ESQ Tips for Safety Riding

10 Jan 2011

ESQ apaan sih? Yups! Sebagian besar dari sobat rider pasti sudah tahu apa itu ESQ. Ia singkatan dari Emotional Sipiritual Quotient. Dalam kesempatan in, saya mencoba berbagi info, bagaimana safety riding agar terhindar dari kecelakaan lalu lintas dengan ESQ. Wah..wah, kok safety riding pakai ESQ segala? Mungkin pertayaan ini juga terlintas di benak kita. Apa kaitannya kita, ia dengan kendaraan dan kecelakaan lalu lintas? Untuk menjawabnya, mari sejenak ikuti pengalaman saya berikut ini.

Mendahului dari kanan, malu dong!

Sekitar 3 tahun lalu, saya hampir mengalami kecelakaan lalu lintas dalam sebuah perjalanan dari Kota Palangkaraya ke Kab. Kotawaringin Timur (Sampit). Pasalnya, sopir kendaraan travel yang saya naiki, tiba-tiba mengejar kendaraan travel lain yang baru saja menyalipnya. Saling mendahului dengan kecepatan tinggi akhirnya tak terhindarkan. Saya yang duduk di samping sopir, lalu menegurnya. Tapi, saya malah kaget mendengar jawabannya. Tenang saja mas, dia itu pasti bisa kita salip. Wong dia nyopirnya baru kemarin sore, serunya sambil matanya tak lepas dari kendaraan yang dikejar. Hei, pak! Jangan ngebut dong. Nanti bisa saya laporkan ke perusahaan biro travel bapak lho! sela penumpang di belakang sopir. Bapak lapor saja. Lagian ini kendaraan saya sendiri. Semua kendaraan travel di sini itu adalah kendaraan sopirnya. Perusahaan hanya nyarikan order penumpang. Beda dengan di pulau Jawa pak. Kalau bapak gak mau ikut kendaraan saya, yah turun di sini saja. Seru sopir egois itu tak kalah sengitnya. Wah, kelihatannya suasana makin tak nyaman. Akhirnya, semua penumpang diam ketakutan. Bahkan, beberapa kali kendaraan yang saya tumpangi hampir mengalami kecelakaan lalu lintas. Karena melaju sampai keluar marka jalan dan hampir menabrak truk pengangkut kelapa sawit. Mau gimana lagi, pilih turun, hari sudah sore dan mulai gelap. Bagaimana jadinya kalau diturunkan di tengan hutan. Untunglah, saya dan penumpang lainya sampai juga di kota dengan selamat. Meskipun Dedy, teman saya yang dari Garut yang ikut dalam rombongan saya, harus muntah-muntah karena perutnya mual akibat guncangan hebat di jalan.

Nah, sobat rider. Sekarang, bandingkan pengalaman di atas dengan pengalaman pribadi masing-masing. Dan, simpulkan. Apa hasilnya? Pasti, sobat rider mendapati betapa banyak resiko kecelakaan lalu lintas itu justru karena persoalan emosi yang tak terkendali saat mengemudi kendaraan. Betapa banyak nyawa melayang sia-sia karenanya. Kalau mau jujur, coba tanyakan pada para pelanggar lalu lalu lintas. Sebagian besar, jawabannya justru mereka sudah tahu bagaimana peraturan itu. Tapi mereka mengabaikannya. Peraturan dengan denda apa pun tidak akan menciptakan safety riding, kalau justru hati para rider terbakar api emosi dan tak mampu memadamkannya.

Banyak sudah tips yang dirilis untuk memperoleh keselamatan berkendara (safety riding) sehingga terhindar dari resiko kecelakaan lalu lintas. Di antaranya, lihat saja tips safety riding yang diberikan oleh GECO, sebuah perusahaan asuransi (untuk membacanya, klik di sini), atau 13 tips oleh POLRES (klik di sini). Hanya saja, saya masih melihat ada yang kurang, terutama mengenai cara-cara aman dari segi emosional-spiritualnya (ESQ). So, dalam kesempatan ini, saya ingin mengundang para rider untuk berbagi tips bagaimana safety riding dengan ESQ di jalan raya.

1. Berdoalah sebelum berangkat dan saat sampai di tujuan.

berdoaDoa adalah bentuk kepasrahan kita kepada Allah, setelah kita berikhtiar/usaha. Dengan senantiasa berdoa saat berangkat, hati dan perasaan di jalan akan terasa lebih damai dan tenang sehingga lebih mampu mengendalikan diri untuk mengutamakan safety riding saat di atas kendaraan. Sedangkan, berdoa saat sampai ditujuan, merupakan bentuk syukur kita kepada Allah atas keselamatan terhindar dari kecelakaan lalu lintas. Sobat rider harus menyadari, bahwa manusia itu hanya mampu berencana, namun segalanya Allah yang menentukan.

2. Niatlah berkendara dengan tujuan yang baik.

Mengapa perlu niatan baik? Begini sobat, niat itu bisa berfungsi sebagai self suggestion pada diri kita. Kalau niat mengemudi kendaraan kita sudah baik, berarti sugesti yang akan mengalir dari hati ke perbuatan juga akan baik. Namun, jika kita niatannya sudah jelek. Maka yang terjadi di jalan juga tidak dapat dibanggakan. Misalnya, kita tidak akan mampu berharap banyak adanya safety riding, kalau kita niatnya saja sudah ngebut. Karena yang terjadi adalah ugal-ugalan. Bahkan semakin ugal-ugalan, terkadang lalu dianggap semakin pemberani. Ironis bukan?

3. Sadari manfaat dan hikmah adanya peraturan.

Sungguh sifat dasar manusia itu ingin bebas. Namun, kebebasan seseorang tentu akan berbenturan dengan kebebasan orang lain. Nah, jalan raya itu bukan milik kendaraan kita pribadi. Ada hak orang lain untuk menggunakannya. Makanya, untuk mengindari kecelakaan lalu lintas, peraturan lalu lintas dibuat untuk mengatur masing-masing hak dan kewajiban pengguna jalan demi terciptanya safety riding. Hal ini memerlukan kesadaran dari semua pihak dan dimulai dari diri sendiri. Demikian pentingnya kesadaran soal ini, sehingga dalam sebuah hadits nabi disebutkan, para sahabat bertanya, “Apa hak jalan itu ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “Menundukkan pandangan, membuang hal-hal yang mengganggu di jalan, menjawab salam, memerintahkan perkara ma’ruf, dan melarang perbuatan mungkar,” (HR Bukhari dan Muslim).

4. Sabar itu indah.

Kecelakaan lalu lintas itu mengerikan bukan? Nah, kalau kita ingin kengerian itu berganti dengan keindahan di jalan raya, maka perlu ada kesabaran dari setiap rider. Misalnya, janganlah seorang rider gampang terpancing emosi saat kendaraan lain mencoba mendahuluinya. So, turunkan kecepatan, bukannya malah tancap gas. Kalau sobat rider ingin mendahului, bersabarlah untuk senantiasa menjaga jarak iring, memastikan rider kendaraan di depan melihat kita, melihat spion, dan sampai mendapati pandangan jauh/luas di depan. Jika sobat rider ingin mendahului kendaraan di depan, tapi kendaraan itu justru menambah kecepatan, maka biarkanlah dia. Tidak usah kita ikut-ikutan tambah kecepatan karena akan sangat berbahaya. Budaya sabar dalam safety riding semacam ini biasanya dikenal dengan istilah DDC (Defensive Driving Culture). Dalam istilah saya, sing waras, ngalah (bahasa Jawa, red).. jangan menang sendiri.. he he he

5. Jujurlah, jika mengantuk, maka istirahatlah.

062510_0128_uniquesleep4Ternyata, demi safety riding, mengantuk itu butuh kecerdasan ESQ lho. Kok bisa yah..he he he..? yah, karena tidak semua rider saat mengantuk, dia mau mengakui diri mengantuk dan memilih istirahat. Contoh seperti yang saya alami, saat perjalanan malam hari dari Banyuwangi ke Surabaya, di tengah jalan sopir kendaraan carteran saya mengantuk. Ketika saya tanya, dia tidak mau mengakuinya. Saya menawarkannya untuk istirahat, tapi dia bilang, gak apa-apa kok. Karena khawatir, saya sedikit paksa dia untuk saya ganti posisi. Ternyata, saat saya sopiri sendiri kendaraan itu, sopir tadi langsung tertidur pulas. Sepertinya, dia gengsi untuk mengakui diri kalau ngantuk. Kalau tidak jujur pada diri sendiri, bagaimana bisa jujur dengan orang lain yah he he he

6. Jangan sepelekan yang kecil dan hanya memperhatikan yang besar.

penelitiSeringkali kita mengabaikan hal-hal kecil dan hanya perhatian pada masalah besar yang mungkin terjadi di jalan, seperti mesin mogok, ban kempes, dan lain-lain. Padahal, banyak hal-hal besar terjadi justru berawal dari hal-hal kecil yang disepelekan, seperti tidak mengikat helm atau sabuk sampai KLIK. Saya lebih melihat poin ke 6 ini sebagai sikap sembrono seorang rider saat mengemudi kendaraan bermotor. Tapi, tak sedikit para rider yang enggan untuk menyadari masalah ini. So, saya mengajak diri sendiri dan para rider lain untuk cepat tanggap terhadap hal-hal kecil, yang justru kalau dibiarkan bisa berakibat fatal, yaitu resiko kecelakaan lalu lintas sampai menelan korban jiwa. Dalam safety riding, kita tak boleh sembrono. OK…!

Oh ya, selain tips ESQ di atas, sobat rider harus tetap mempehatikan kondisi kendaraan. Karena, kalau sobat rider dalam kondisi emosional-spiritual yang baik, tapi kondisi kendaraan empot-empotan, bisa bikin kita apes di jalan lho. Tujuan dan target sukses pun bisa melayang akibat ancaman kecalakaan lalu lintas saat kalian mengemudi. Kondisi kendaraan yang perlu kita cek sebelum meluncur adalah seperti tekanan ban, oli & premium, lampu-lampu head & signal, rantai, air pendingin jika ada, spion dan lain-lain. Mesin kendaraan bermotor juga harus diservis secara berkala. Terus, jangan lupa surat-surat berkendaraan (SIM, STNK, surat ijin trayek, dll).

Saya yakin, masih ada lagi tips ESQ for safety riding yang lain. Makanya, saya tunggu komentar-komentar dan kunjungannya untuk berbagi info ini. Salam hangat dblogger tuk dukung safety riding! ;-) [mt]

Note: Baca pula artikel, “Tak Cukup Safety Riding Hanya Dengan UU Lalu Lintas.”


TAGS lalu lintas blogger for safety riding ESQ keselamatan


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post